Halaman

Kamis, 13 Maret 2014

pengantar manajemen



 
1.1 DEFINISI MANAJEMEN STRATEGIS
Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapai sasarannya. Sesuai definisinya, manajemen strategis berfokus pada proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. Ada tiga tahapan dalam manajemen strategis, yaitu perumusan strategi, penerapan strategi, dan penilaian strategi.
Manajemen strategis merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan direksi dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut. Manajemen strategis memberikan arahan menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi.
Manajemen strategis berbicara tentang gambaran besar. Inti dari manajemen strategis adalah mengidentifikasi tujuan organisasi, sumber dayanya, dan bagaimana sumber daya yang ada tersebut dapat digunakan secara paling efektif untuk memenuhi tujuan strategis.Manajemen strategis di saat ini harus memberikan fondasi dasar atau pedoman untuk pengambilan keputusan dalam organisasi. Ini adalah proses yang berkesinambungan dan terus-menerus. Rencana strategis organisasi merupakan dokumen hidup yang selalu dikunjungi dan kembali dikunjungi. Bahkan mungkin sampai perlu dianggap sebagaimana suatu cairan karena sifatnya yang terus harus dimodifikasi. Seiring dengan adanya informasi baru telah tersedia, dia harus digunakan untuk membuat penyesuaian dan revisi.
Beberapa pakar dalam ilmu manajemen mendefinisikan manajemen strategis dengan cara yang berbeda-beda. Ketchen (2009) mendefinisikan manajemen strategis sebagai analisis, keputusan, dan aksi yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif.

1.2 TAHAP MANAJEMEN STATEGIS
Proses manajemen strategis terdiri dari tiga tahap
Perumusan strategi
Perumusan strategi meliputi pengembangan visi, dan misi,identifikasi peluang dan ancaman eksternal suatu organisasi,kesadaran kekuatan dan kelemahan internal,penetapan tujuan jangka panjang,pencarian strategi alternatif,dan pemilihan strategi tertentu untuk mencapai tujuan.
Penerapan strategi
Penerapan strategi mengharuskan perusahaan menetapkan tujuan tahunan,membuat kebijakan,memotivasi karyawan,mengalokasikan sumber daya sehingga strategi dapat berjalan lancar.Penerapan strategi mencakup pengenbangan budaya yang suportif pada strategi,penciptaan struktur organisasi yang efektif,pengerahan ulang pemasaran,penyiapan anggaran,pengembangan serta pemanfaatan sistem informasi dan pengaitan kompensasi dalam kinerja organisasi.Penetapan strategi sering disebut tahap aksi.
Penilaian strategi
Penilain strategi adalah tahap terakhir dalam manajemen strategi.Ada tiga penilaian tahap ini yaitu,peninjauan ulang faktor internal & eksternal yang menjadi landasan strategi saat ini,pengukuran kinerja,dan pengambilan langkah korektif (sesuai keadaan saat ini).

1.3 ISTILAH KUNCI MANAJEMEN STRATEGIS
v  Keunggulan Kompetitif
Pada intinya manajemen strategis adalah tentang bagaimana memperoleh dan mempertahankan keunggulan kompetitif.Istilah ini sering diartikan “segala sesuatu yang dapat dilakukan dengan baik,oleh sebuah perusahaan bila dibandingkan dengan perusahaan pesaing”.
Contohnya, Perusahaan Samsung Mobile dan Sony Mobile yang sama menggunakan OS Android Google,yang sama sama memiliki keunggulan kompetitif lewat produk Xperia Z1 vs Galaxy S4.
Memperoleh dan mempertahankan keunggulan kompetitif sangat penting bagi keberhasilan jangka panjang sebuah organisasi.Sebuah perusahaan harus berjuang meraih keunggulan kompetitifyang berkelanjutan dengan cara,
ü  Terus beradaptasi perubahan dalam trend serta kegiatan eksternal,dan kemampuan,kompetisi,serta sumber daya internal.
ü  Efektif merumuskan,menerapkan,dan menilai berbagai strategi yang menguatkan faktor tersebut.

v  Menyunsun Strategi
Penyunsun strategi adalah,individu yang paling bertanggung jawab bagi keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi.
Penyusunan strategi membantu sebuah organisasi mengumpulkan,menganalisa,serta mengorganisir informasi.Mereka melacak kecenderungan industri dan kompetitif,mengembangkan model peramalan dan skenario,mengevaluasi kinerja korporat dan individual,mencari peluang pasar,mengidentifikasi ancaman terhadap bisnis,dan mengembangkan rancangan aksi yang kreatif.
Penyunsunan strategi berbeda dari organisasi itu sendiri dan perbedaan ini harus diperhatikan dalam perumusan,penerapan,dan penilaian strategi.Beberapa penyunsun strategi tidak akan mempertimbangkan tipe strategi tertentu karana filosofipersonel mereka.Para penyunsun strategi berbeda dalam hal sikap,nilai,etika,kesediaan untuk mengambil resiko,memperhatikan tanggung jawab sosial,keuntungan tujuan jangka pendek dibanding tujuan jangka panjang dan gaya menajemen.
Contohnya: Perusahaan Samsung Mengeluarkan Galaxy Note 3 yang untuk segmen pasar high end tetapi samsung juga menelurkan Galaxy Core utuk segmen midlle untuk jangka pendeknya.
v  Pernyataan Visi & Misi
Mengembangkan pernyataan visi sering dipandang sebagai langkah pertama dari perencanaan strategis.Pernyataan misi adalah,pernyataan tujuan yang jelas membedakan satu bisnis dengan bisnis lainnya yang sejenis.
Sebuah pernyataan visi menunjukan cakupan operasi perusahaan dalam hal produk dan pasar.Mengembangkan misi memaksa para penyunsun strategi untuk berpikir mengenai hakikat dan cakupan operasi saat ini dan menilai potensi pasar dan aktifitas di masa yang akan datang.
v  Peluang & Ancaman Eksternal
Peluang dan ancaman eksternal merujuk pada berbagai trend dan kejadian ekonomi,sosial,budaya,politik hukum,dll.yang secara signifikan menguntungkan dan merugikan suatu organisasi dimasa yang akan datang.Dan sebagian ancaman dan peluang berada di luar kendali organisasi maka itu di sebut eksternal.
Contohnya, Peran pemerintah Indonesia tentang mahalnya pajak barang importelektronika akan membuat perusahaan Sony misalnya mereka akan berfikir sebagai ancaman eksternal dari pajak Indonesia yang tinggi pada produk elektroniknya.
v  Kekuatan & Kelemahan Internal
Kekuatan & Kelemahan Internal,merupakan aktivitas terkontrol suatu organisasi yang mampu dijalankan dengan sangat baik, atau buruk.Organisasi berjuang untuk menjalankan strategi yang mampu mengadakan kekuatan internal sekaligus peniadakan kelemahan internal.Kekuatan dan Kelemahan memang ditentukan relatif dari para pesaing.
Kekurangan dan keunggulan relatif adalah,informasi yang penting.Selain itu kekuatan & kelemahan dapat ditentukan lebih oleh elemen keberadaan daripada kinerja.Faktor internal dapat ditentukan dari berbagai cara termasuk menghitung rasio,mengukur kinerja,dan membandingkan dengan pencapaian masa lalu dan rata-rata industri.


v  Tujuan Jangka Panjang
Tujuan adalah,sebagai hasil spesifik yang ingin diraih oleh suatu organisasi yang terkait dengan misi dasarnya. Jangka panjang adalah yang lebih dari satu tahun.Tujuan sangat penting bagi organisasi sebab ia dapat menyatakan arah,membantu dalam evaluasi,menciptakan sinergi,dan menjelaskan prioritas.Tujuan sebaiknya menantang,terukur,konsisten dan masuk akal serta jelas.
v  Strategi
Strategi adalah,sarana bersama dengan tujuan jangka panjang yang akan dicapai.Strategi bisnis mencakup ekspansi geografis,diversifikasi,akuisisi,pengembangan produk,dan penetrasi pasar.
v  Tujuan Tahunan
Tujuan tahunan adalah,tonggak jangka pendek yang akan dicapai organisasi untuk meraih tujuan jangka panjangnya.Tujuan tahunan mesti harus terukur ,kuantitatif,menantang,realistis,konsisten,dan prioritas.Tujuan tersebut harus diterapkan di level korporat,divisional,dan fungsional dalam organisasi yang besar.Tujuan tahunan harus dibuat untuk bidang akuntansi,manajemen,pemasaran,produksi,peneliti,serta sistem informasi manajemen.Tujuan tahunan dapat merepresentasikan dasar bagi alokasi sumber daya.
v  Kebijakan
Kebijakan dalah,sarana yang dengan tujuan tahunannya dapat tercapai.Kebijakan meliputipedoman,aturan,prosedur yang ditetapkan untuk mencapai tujuan yang tersurat.Kebijakan sering dibuat untuk bidang manajemen,akuntansi,dan pemasaran,produksi,peneliti,dan sistem info manajemen.dan dengan adanya kebijakan yang bagus banyak riset mengatakan angkatan kerja yang sehat dapat efektif & efisien dalam mengimplementasikan strategi dari sebuah kebijakan.

1.4. MODEL MANAJEMEN STRATEGIS
v  Model Berbasis Sumber Daya
Michael A. Hitt &  R. Duane Ireland & Robert E. Hoslisson (1997,18)  mengatakan, terdapat beberapa model penting yang ditunjukkan untuk menggambarkan input strategis bagi langkah suatu perusahaan,  dan salah satu diantaranya adalah model berbasis sumber daya untuk profitabilitas tinggi. Model ini mengasumsikan bahwa tiap organisasi merupakan kumpulan sumber daya dan kemampuan unik yang merupakan dasar untuk strategi dan sumber utama profitabilitasnya. Juga diasumsikan bahwa perusahaan memperoleh sumber daya yang berbeda serta mengembangkan kemampuannya yang unik. Karenanya seluruh perusahaan bersaing dalam industri tertentu mungkin tidak memiliki sumber daya atau kemampuan strategis yang sama. Model ini juga mengasumsikan bahwa sumber daya tidak terlalu mudah  berpindah antar perusahaan.  Perbedaan dalam sumber daya, yang tidak mungkin didapatkan atau ditiru perusahaan lain, serta cara penggunaannya merupakan dasar keunggulan bersaing.
Sumber daya adalah input bagi proses produksi  perusahaan, seperti barang, modal, kemampuan para pekerjanya, paten, keuangan dan manajer yang berbakat. Umumnya sumber daya perusahaan dapat diklasifikasikan menjadi  tiga katagori, yaitu modal fisik, sumber daya manusia dan organisasi.
Satu jenis sumber daya saja mungkin tidak dapat menghasilkan keunggulan  bersaing yang berkesinambungan. Misalnya sepotong mesin canggih hanya dapat menjadi sumber daya yang relevan secara strategis jika digunakan bersama aspek operasi lainnya (seperti  pemasaran dan pekerjaan pegawai).
v  Model Berbasis Sumber Daya Untuk Profitabilitas Tinggi
Melalui kombinasi dan integrasi sekelompok sumber daya dapat mencapai keunggulan bersaing. Kemampuan adalah kapasitas sekumpulan sumber daya untuk secara integratif melakukan suatu tugas atau aktiivitas. Kemampuan adalah hasil dari suatu kelompok sumber daya terintegrasi. Tidak seluruh sumber daya dan kemampuan perusahaan memiliki  potensi seagai dasar  keunggulan bersaing yang  berkesinambungan. Potensi ini direalisasikan apabila sumber daya dan kemampuan tersebut berharga, langka, tidak dapat ditiru dan tidak dapat digantikan. Sumber daya (istilah sumber daya juga mencakup kemampuan) adalah berharga hanya jika  memungkinkan perusahaan menggunakan kesempatan dan/atau menetralisir ancaman dalam lingkungan eksternalnya; Sumber daya disebut langka apabila, jika ada, hanya dimiliki oleh sedikit pesaing yang ada maupun yang mungkin ada; Sumber daya disebut tak dapat ditiru apabila perusahaan lain tidak dapat memperolehnya; serta tidak dapat digantikan jika tidak memiliki equivalen yang strategis.  Apabila  kriteria-kriteria tersebut dipenuhi, sumber daya dan kemampuan menjadi kompetensi inti dan dapat berlaku sebagi dasar keunggulan bersaing perusahaan, daya saing strategis, dan kemampuannya untuk mendapat laba diatas rata-rata.

1.5 MANFAAT MENGGUNAKAN MANAJEMEN STRATEGIS
Manajemen strategis memungkinkan sebuah perusahaan untuk lebih produktif dan reaktif membangun masa depannya.Secara historis manfaan manajemen strategis untuk membantu organisasi untuk merumuskan strategi yang lebih baik melalui pendekatan pilihan sistematis,logis ,dan rasional.Yang tidak kalah penting untuk mencapai manfaat manajemen strategis yang berhasil dengan komunikasi karenanya manajemen strategis dapat berhasil.Yang bertujuan untuk mencapai pemahaman dan komitmen dari semua manajer dan semua karyawan.Dan dalam mencapai komitmen itu harus dannya pemberdayaan,yang mempunyai arti tindakan untuk mengekvektivitaskan kinerja karyawan dengan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam membuat keputusan.Dan tujuan manajemen strategis tidak akan berhasil jika dilakukan dengan sembarangan tanpa ada perincian yang jelas.
Dan organisasi yang menggunakan manajemen strategis dapat menguntukan di bidang
ü  Keuangan
ü  Keuntungan non keuangan seperti,penigkatan akan ancaman eksternal,membaiknya pemahaman strategi pesaing,naiknya produktifitas karyawan.

1.6 BEBERAPA ALASAN PERUSAHAAN TIDAK MENGGUNAKAN MANAJEMEN STRATEGIS
ü  Struktur penghargaan yang buruk
ü  Dalam pergulatan untuk bersaing
ü  Takut gagal
ü  Pengalaman buruk masa lalu
ü  Perbedaan pendapat
ü  Menyia nyiakan waktu
ü  Terlampau mahal
ü  Kemalasan
ü  Puas dengan keberhasilan
ü  Percaya diri yang berlebih
ü  Kepentingan pribadi
ü  Ketakutan akan sesuatu yang belum jelas
ü  kecurigaan

1.7 PANDUAN MANAJEMEN STRATEGIS YANG EFEKTIF
Kegagalan untuk mengikuti manajemen strategis akan menimbulkan kritisme dalam proses tersebut dalam organisasi.Bahkan rencana strategis yang sangat baik akan percuma jika tidak di implementasikan,hal yang mengefektifkan manajemen strategis adalah,
ü  Perubahan berlangsung melalui implementasi dan evaluasi (bukan rencana).
ü  Manajemen strategis tidak boleh menjadi mekanisme birokratis pada kepentingan individu.
ü  Manajemen strategis tidak boleh menjadi ritualistik,tidak terjangkau,terlalu formal,dan harus dapat di prediksi.
ü  Memfasilitasi proses pembelajaran dan perubahan organisasi secara continue.
ü  Adanya keterbukaan,kesediaan dan keinginan untuk mempertimbangkan informasi baru,sudut pandang baru,gagasan baru
ü  Semua anggota organisasi harus semangat untuk mencari dan belajar demi tercapainya tujuan perusahaan.

1.8 POSISI STRATEGIS
Porter (1996) mendefinisikan strategi sebagai "penciptaan posisi unik dan berharga yang didapatkan dengan melakukan serangkaian aktivitas.". Porter menjabarkan tiga basis posisi strategis. Ketiganya tidak mutually exclusive dan seringkali saling bersinggungan.
Basis pertama didapatkan dengan memproduksi bagian kecil (subset) sebuah produk dari industri tertentu. Porter menyebutnya sebagai variety-based positioning karena posisi ini berasal dari pemilihan produk, bukan berdasarkan segmentasi konsumen. Dengan kata lain, perusahaan berusaha memenuhi sedikit kebutuhan dari banyak orang. Porter menyontohkan Jiff Lube International yang hanya memproduksi pelicin (lubricant) otomotif dan tidak menawarkan produk perawatan lainnya. Variety-based positioning efektif bila perusahaan memiliki kemampuan menciptakan produk subset tersebut dengan baik, jauh lebih unggul dibanding pesaingnya.
Basis kedua adalah melayani sebagian besar atau bahkan seluruh kebutuhan dari seke konsumen tertentu, yang disebut sebagai needs-based positioning. Contohnya adalah IKEA yang berusaha memenuhi seluruh kebutuhan mebel, bukan hanya sebagian (subset), untuk target pasarnya. Posisi ini didapatkan dengan melakukan serangkaian aktivitas dengan cara berbeda dengan yang dilakukan pesaing. Apabila tidak ada perbedaan dalam aktivitas, konsumen tidak akan mampu membedakan perusahaan bersangkutan dengan pesaing. Varian dari model ini adalah memenuhi kebutuhan target pasar untuk waktu yang berbeda-beda. Seorang konsumen, misalnya, memilki kebutuhan yang berbeda ketika ia melakukan perjalanan untuk bisnis dan ketika dia melakukan perjalanan untuk liburan. Perusahaan bisa mengambil posisi untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda-beda dari target pasar yang sama.
Basis ketiga didapatkan dengan menarget konsumen yang dapat diakses dalam cara yang berbeda, yang disebut sebagai access-based positioning. Konsumen-konsumen ini, meskipun memiliki kebutuhan dan keinginan yang hampir sama dengan konsumen lainnya, membutuhkan konfigurasi aktivitas yang berbeda untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan tersebut. Porter mencontohkannya lewat Carmike Cinemas, yang mengoperasikan bioskop hanya di kota-kota kecil yang padat, namun dengan populasi kurang dari 200.000 orang. Meskipun pasarnya kecil dengan kemampuan pembeliannya di bawah kota besar, Carmike Cinemas berhasil meraih keuntungan karena melakukan aktivitas berbeda dengan yang ditawarkan bioskop-bioskop di kota besar, misalnya dengan melakukan standardisasi, membuka hanya sedikit studio, dan menggunakan teknologi proyektor yang lebih rendah dibanding dengan bioskop di kota besar.

1.9TANTANGAN MANAJEMEN STRATEGIS

Memiliki daya saing strategis dan laba diatas rata-rata adalah tantangan untuk perusahaan sebesar AT&T dan kecil seperti halnya sebuah toko. Menurut fakta hanya 2 dari 25 perusahaan industri besar di Amerika Serikat di tahun 1900 yang masih bertahan didalam persaingan bisnis (23 sisanya telah gagal, bergabung/merger dengan perusahaan lainnya atau tidak lagi  memiliki skala yang relatif besar dibandingkan dengan pesaingnya).
Baru baru ini, Andrew Grove, pimpinan Intel, mengamati bahwa hanya perusahaan paranoid yang dapat bertahan dan berhasil. Perusahaan-perusahaan ini menyadari bahwa keberhasilan saat ini tidak menjamin tingkat daya saing strategis dan laba diatas rata-rata dimasa mendatang. Karenanya perusahaan-perusahaan ini berusaha terus menerus untuk berkembang, sehingga tetap bersaing. Supaya dapat bersaing secara strategis dan memperoleh laba diatas rata-rata, perusahaan harus bisa bersaing dengan cara yang berbeda dengan kondisi sebelumnya.





DAFTAR PUSTAKA

Ø  David, Fred R. (2004). Manajemen Strategis: Konsep-konsep (Edisi Kesembilan). PT Indeks Kelompok Gramedia. ISBN 979-683-700-5.
Ø  Ketchen Jr. D. et all. 2009. "Strategy 2008-2009". New York: McGraw-Hill
Ø  Porter, Michael. 1996. "What is Strategy?". Harvard Business Review hal .61-79
David,Fred R.(2012).Strategic Management:Manajemen Strategis: Konsep (Buku-1;Edisi-12).Salemba Empat.